Yakin Pertolongan TUHAN, Penderita Acrophobia Sukses Naik Pesawat

Yakin Pertolongan TUHAN, Penderita Acrophobia Sukses Naik Pesawat
Yakin Pertolongan TUHAN, Penderita Acrophobia Sukses Naik Pesawat

Wejangan Dr. Aqua Dwipayana

Berikut Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 31 Oktober 2017, ” Yakin Pertolongan TUHAN, Penderita Acrophobia Sukses Naik Pesawat ” melalui WAG KOMPASS (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Sumenep).

Dr. Aqua Dwipayana, menetap di Yogyakarta (Kompasser Yogyakarta), Motivator Nasional, Konsultan Komunikasi, Pengamat Militer dan Kepolisian RI, dan Penulis buku Best Seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

Yakin Pertolongan TUHAN, Penderita Acrophobia Sukses Naik Pesawat

*Sebelum Terbang Ciptakan Suasana Santai

“Alhamdulillah… Kita sudah tiba di Bali ya Pak Aqua,” ungkap teman yg phobia ketinggian (acrophobia) tadi malam ke saya.

Itu disampaikannya sekitar pkl 23.00 sesaat setelah pesawat Lion Air JT 0990 yg kami naiki mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Setelah terbang sekitar 35 menit dari Surabaya.

Dalam hati saya menyampaikan rasa syukur & ucapan terima kasih yg sebesar2nya ke TUHAN karena perjalanan kami lancar sekali & tiba dgn selamat di Bali. Tidak terjadi sesuatu yg negatif di pesawat. Utamanya teman yg phobia ketinggian tsb kondisinya sehat meski wajahnya sedikit pucat sbg ekspresi rasa cemas.

Sebelumnya saat saya men-share tulisan ttg rencana mengajak teman itu naik pesawat ke Bali, banyak teman yg mengingatkan saya. Bahkan ada yg menyarankan utk mempertimbangkan kembali rencana itu. Khawatir terjadi sesuatu yg negatif pada kawan saya tsb.

Salah seorang yg memberi perhatian besar adalah pengusaha media konvergensi di Malang, Jatim, Imawan Mashuri. Beliau yg pernah jadi redaktur saya di harian Suara Indonesia & Jawa Pos, mengingatkan saya ttg hal2 negatif yg bisa terjadi jika membawa orang yg phobia ketinggian naik pesawat.

“Mas Aqua, hati2 bw phobia ketinggian naik pesawat. Kalau ketakutannya memuncak pas pesawat di atas awan, dia bisa berbuat macam2. Energi orang saat ketakutan sangat tinggi dan bisa membahayakan orang lain. Melompati pagar setinggi dua meter sj bisa, pas seseorang ketakutan dikejar anjing. Kalau phobianya sangat parah, apa ke Bali-nya tdk sebaiknya naik darat sj? Ini sekadar usul.
Sy ikut berterimakasih atas bantuan dan kepedulian Mas Aqua, walaupun sy tdk kenal yg sakit phobia itu. Terus tebar kebaikan Mas Aqua. Mugi terus dilipahi berkah Gusti Allah.. Barokalloh ?? ??,” ujar Imawan.

Jemput di Terminal Bungurasih Surabaya

Agar teman itu tenang, saya sengaja menjemputnya di terminal Bungurasih Surabaya. Di mobil di sepanjang jalan menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo kawan tsb saya ajak ngobrol santai.

Saya banyak bertanya tentang dirinya & keluarganya. Kemudian meyakinkan bahwa perjalanan ke Bali menyenangkan. Jadi agar dinikmati dgn memikirkan berbagai hal positif yg membahagiakan.

“Siap Pak Aqua… Saya akan mengikuti semua yg Bpk sarankan. Saya ingin sembuh. Saya tidak mau mempermalukan Pak Aqua,” ungkap teman itu.

Sesuai pesan Ero, saya minta tolong ke Station Manager Lion Air Surabaya Kolid Widodo agar tempat duduknya diatur paling depan di dekat gang & tengah. Sehingga teman itu nyaman selama di pesawat.

Salah seorang staf maskapai itu, Bayu mengatur semua keperluan kami selama di Bandara tsb. Beliau menyambut kami di terminal kedatangan & mengantarkan hingga ke pesawat.

Selama Penerbangan Banyak Berdoa

Sebelum berangkat kami menunggu di Singosari Lounge Bandara Internasional Juanda. Lagi2 saya mengajak teman itu utk rileks. Sambil makan beliau nonton pertandingan bola di televisi. Itu salah satu acara kesukaannya.

Manajer lounge itu, Asman menemani kami ngobrol. Saat saya refleksi, beliau tetap bersama teman saya tsb. Banyak nasihat yg diberikan agar teman saya itu tenang.

Saat pesawat mau berangkat, saya sampaikan ke teman itu bahwa dia harus yakin semua penyakit bisa disembuhkan atas pertolongan TUHAN. Dgn begitu agar selalu berdoa ke TUHAN.

Selama penerbangan saya perhatikan teman itu banyak berdoa. Memejamkan matanya & sama sekali tidak menoleh ke arah jendela. Sekali2 tangannya saya pegang utk menimbulkan rasa tenang.

Alhamdulillah selama sekitar 35 menit  terbang dari Surabaya ke Bali semuanya aman, nyaman, & lancar sekali. Seluruh kekhawatiran teman2 saya tidak menjadi kenyataan. Semua itu terjadi sepenuhnya karena TUHAN.

>>>Dari hotel Courtyard Marriott Seminyak Bali saya ucapkan selamat meminta pertolongan hanya ke TUHAN. Salam hormat buat keluarga ya. 20.30 31102017?<<<

Baca juga: Jadi Wakasad, Mayjen TNI Tatang Sulaiman Gantikan Letjen TNI Hinsa Siburian

The Power of SILATURAHIM!

by KOMPASS

2 thoughts on “Yakin Pertolongan TUHAN, Penderita Acrophobia Sukses Naik Pesawat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button

1000 Narasumber KONUS! CALL/WA 08557772226 (Idham Azhari)

X