Tulisan Ero di Tribun Jabar Menginspirasi dan Memotivasi

Tulisan Ero di Tribun Jabar Menginspirasi dan Memotivasi
Tulisan Ero di Tribun Jabar Menginspirasi dan Memotivasi

Wejangan Dr. Aqua Dwipayana

Berikut Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 29 Maret 2018, ” Tulisan Ero di Tribun Jabar Menginspirasi dan Memotivasi ” melalui WAG KOMPASS – Nusantara (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Super – Nusantara).

Dr. Aqua Dwipayana, Kompasser Yogyakarta, Motivator Nasional, Konsultan Komunikasi, Pengamat Militer dan Kepolisian RI, dan Penulis buku Best Seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

Tulisan Ero di Tribun Jabar Menginspirasi dan Memotivasi

Penyampaian Aqua Dwipayana The POWER of SILATURAHIM 29 Maret 2018 melalui WAG KOMPASS
Penyampaian Aqua Dwipayana The POWER of SILATURAHIM 29 Maret 2018 melalui WAG KOMPASS

Oleh Nurcholis MA Basyari

Assalamualaikum wr… wb… Mas Aqua…
Selamat ya atas pemuatan artikel laporan perjalanan Ananda Savero “Ero” Karamiveta Dwipayana di Tribun Jabar pada Sabtu, 24 Maret 2018 lalu. Sepertinya itu baru puncak gunung es dari laporan perjalanan Ero dan Mas Aqua di Selandia Baru –dan juga di Australia- belum lama ini. Puncaknya saja sudah sangat menarik ceritanya. Saya sangat yakin, masih banyak simpanan kisah lain yang jauh lebih menarik lagi untuk dibagikan melalui tulisan-tulisan berikutnya kepada para pembaca di Tanah Air.

Kisah-kisah inspiratif semacam itu harus ikut mewarnai agenda publik di media massa agar tidak dipadati oleh kicauan-kicauan dan postingan di media jejaring sosial yang sesungguhnya sampah. Celakanya, sejumlah media arus utama –saya lebih pas menyebut sebagai media jurnalistik- acapkali terjebak dan ikut latah-latah mengangkat topik-topik yang lagi ngetren ( trending topic ) di media jejaring sosial.

Padahal, yang tampil di media non-jurnalistik itu belum tentu fakta yang benar-benar terjadi di alam nyata. Belum tentu juga yang diramaikan itu sudah terverifikasi. Sangat mungkin itu sengaja disebarkan oleh tim-tim buzzer yang tak ubahnya seperti para pendemo bayaran. Akunnya juga sangat-sangat mungkin abal-abal. Pembuat atau penyebarnya anonim atau kalaupun ada namanya, itu sangat mungkin nama palsu. Alamatnya pun seperti judul lagu dangdut: alamat palsu alias bodong.

Menambah Keyakinan Bangsa

Nah, kembali ke laptopnya Ero…. Hehehe…. Kisah perjalanan yang telah diangkat Ero dan dimuat di Tribun Jabar itu sangat bagus untuk menginspirasi dan memotivasi sekaligus menambah keyakinan atau rasa percaya diri bangsa kita. Pengalaman nyata yang diangkat dalam tulisan/laporan itu sarat pesan dan makna, bukan laporan narsis yang lebih banyak menampilkan diri si pelapor. Inilah sesungguhnya gaya laporan jurnalistik sejati, yakni melaporkan atau menampilkan substansi peristiwa/kejadian, problematika, dan/atau wacana yang didapati di lapangan. Bukan model jurnalisme narsis atau lebay yang belakangan menjalari televisi dan media berbasis internet.

Jurnalisme narsis atau lebay ini lebih menonjolkan “kehebohan” si pelapor (reporter/kontributor).
Laporan yang disampaikan Ero itu bisa menjadi masukan pula bagi para pengambil kebijakan yang kini memegang amanah untuk mengelola negara di berbagai bidang, termasuk pariwisata, pertanian/peternakan, perindustrian, dan pertanahan. Mereka bisa mengambil hikmah atau pelajaran berharga dari negara “tetangga” dalam mengelola sumber daya yang dimiliki untuk memajukan bangsa dan negara serta menyejahterakan masyarakatnya. Selandia baru –dan juga Australia- yang mengenal empat musim (semi, panas, gugur, dingin) saja mampu mengembangkan pertanian dan peternakan yang hasilnya selama ini membanjiri pasar Indonesia.

Masa Indonesia yang hanya mengenal dua musim dan bisa yang mengklaim sebagai negara agraris malah terus-terusan mengimpor sapi dan buah-buahan tropis dari luar negeri? Padahal, di berbagai tempat, seperti Lombok, Banten, Wonogiri, Temanggung, Kendal, dsb, masyarakat telah mampu menunjukkan kemampuan mereka mengembangkan peternakan dan pertanian yang hasilnya juga bagus-bagus. Tentu ada yang salah produk peternakan dan pertanian yang bagus itu belum mampu bersaing di pasaran.

Demikian pula di bidang pariwisata. Kita punya ragam pesona keindahan alam, budaya serta kuliner Nusantara yang tidak kalah menarik dan bagus dengan punya “para tetangga” maupun destinasi yang tersohor di dunia.

Saya suka dengan kalimat penutup di pengujung tulisan. “Masih ada orang Indonesia yang hebat serta masih memegang paspor hijau di salah satu pulau paling selatan di dunia itu.”

Kalimat tersebut sangat relevan di tengah masih berkembangnya keraguan terhadap potensi dan kemampuan bangsa kita sendiri. Apalagi, belakangan beredar pernyataan pejabat di negeri ini yang cenderung “meremehkan atau under estimate ) bahwa SDM Indonesia belum siap menangani proyek-proyek berskala nasional atau belum mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Padahal, masyarakat tahu, banyak putra-putri Indonesia yang mampu bersaing bukan hanya di tingkat nasional melainkan juga di kancah internasional. Pak BJ Habibie, para insinyur PT Dirgantara Indonesia, Reza –peternak sapi di Selandia Baru yang kisahnya ditulis Ero, dan para jawara olimpiade menjadi bukti nyata.

Penulis adalah wartawan senior, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, dan Editor Buku Super Best Seller The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi.

Baca juga: Menjamu Tamu dari Malang, Minta Maaf kepada Dua Jenderal yang Mantan Pangdam

Demikian Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 29 Maret 2018, ” Tulisan Ero di Tribun Jabar Menginspirasi dan Memotivasi ” melalui WAG KOMPASS. Semoga bermanfaat.

The Power of SILATURAHIM!

by KOMPASS Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button

1000 Narasumber KONUS! CALL/WA 08557772226 (Idham Azhari)

X