Silaturahim Marathon Penuh Makna

Silaturahim Marathon Penuh Makna
Silaturahim Marathon Penuh Makna

Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 18 September 2017

Berikut Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 18 September 2017, ” Silaturahim Marathon Penuh Makna ” melalui WAG KOMPASS (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Sumenep).

Dr. Aqua Dwipayana, menetap di Yogyakarta (Kompasser Yogyakarta), Motivator Nasional, Konsultan Komunikasi, Pengamat Militer dan Kepolisian RI, dan Penulis buku Best Seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

Silaturahim Marathon Penuh Makna

Pengantar : seorang wartawan senior di Surabaya Mudjianto pekan lalu mengikuti kegiatan saya di Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta. Berikut catatan seri pertamanya yg disampaikan dgn gaya bertutur.

Selama dua hari (13 -14 September 2017 ) saya memperoleh pelajaran baru yg sgt berharga dari teman saya Dr. Aqua Dwipayana yg kini menjadi motivator nasional. Itu terjadi saat kami melakukan kegiatan silaturahim di Semarang.

Apa yg dilakukan Mas Aqua (begitu saya memanggilnya)  adalah langkah cerdas dlm mengatur jadwal ketemu teman2nya yg tidak saja para petinggi bank, pejabat BUMN maupun petinggi militer di Jateng dan DIY.

Seminggu sebelumnya, saya ditelpon Mas Aqua, “Mas Mudjianto minggu dpn nggak ada acara kan. Kalo enggak ada, kita jalan2 ya. Kita ketemu di Semarang, lanjut Solo, Yogya, terus Bandung. Nanti semuanya siapkan,” katanya.

Saya kaget & gembira mendengarnya. Padahal dlm minggu itu ada beberapa kerjaan harus tuntas, sprt deadline Tabloid Perakpos, bantu kepanitiaan lomba futsal antarwartawan memperebutkan piala Gubernur Jatim. Semua itu tentu harus saya selesaikan di awal. Saya hanya membayangkn tdk cukup sehari dua hari jalan2 ini.

Belum sempat menjawab “Oke”, Mas Aqua tambahkan lg. “Pokoknya jgn ada beban Mas Mudji, beban nulis atau apapun. Kita fun~fun saja ya. Terima kasih, salam utk keluarga, ya.”

Lohh…nggak ada beban, tidak boleh nulis. Saya sejenak diam, tapi belakangan saya pahami bahwa niat baik Mas Aqua mengajak jalan2 adalah tulus tanpa pamrih.
Tapi, saran tanpa boleh nulis tentu akan saya langgar. Masa’ saya nggak nulis perjalanan tiga hari, bertemu dgn byk top leader, dgn Mas Aqua yg motivator nasional saja bisa jd tulisan.
Karenanya, kalau toh saya menulis laporan perjalanan ini dianggap pelanggaran, saya terima saja hehehe…. (maaf Mas Aqua,,????)

Pesawat Telat Batal Ketemu Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman

Siang itu saya mendarat di Bandara Ahmad Yani Semarang, Kamis (13/9) sekitar pkl 12.45. Dijemput sendiri oleh Mas Aqua. Dari bandara, saat itu pula diajak bertemu Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, namun tdk kesampaian krn Pangdam yg tadinya siap menerima kami berdua keburu meninggalkan tempat karena memang  kesalahan kami yg terlambat datang akibat  pesawat yg saya naiki telat tiba di Semarang. Mayjen Tatang yg dikenal rendah hati itu padat sekali acaranya. Beliau memberi kami  fasilitas menginap di mess Pati Kodam IV/Diponegoro.

Tidak jd ketemu Pangdam, selanjutnya diajak jumpa General Manager (GM) PLN Distribusi Jateng & DIY Agung Nugroha di kantornya. Kami disiapkan makan siang.

Silaturahimnya berlanjut ke Manajer APD (area pengatur distribusi) PLN Distribusi Jateng & DIY Moses Allo untuk melihat kesiapan acara sharing Komunikasi & Motivasi dgn para vendor dan pimpinan area distribusi, esok harinya.

Dari lokasi APD Jateng & DIY, silaturahimnya berlanjut ke kantor Wakapolda Jateng Brigjen Pol Indrajit yg letaknya persis di belakang rumah dinasnya. Beliau adalah teman akrab Mas Aqua.

Malamnya kami dijamu Agung Nugraha, makan malam di salah satu restoran terbaik di kawasan BSB, kawasan berkonsep Kota Mandiri di Semarang. Beliau didampingi beberapa orang pejabat utamanya.

Silaturahim marathon setengah hari itu menjadi pelajaran yg menarik. Saya melihat wajah ceria & tulus ketika menerima kami. “Wah… Pak Aqua ini guru saya. Banyak ilmu yg saya peroleh darinya,” ucapan yg sama saya dengar baik dari GM PLN  Distribusi Jateng & DIY maupun Wakapolda Jateng. Sementara Mas Aqua hanya tersenyum &  membalasnya, “Tidaklah, Bpk yg guru saya, yg mengajari saya,” jawabnya.

Kenapa persahabatan mereka bisa langgeng dan terjaga dgn baik? (bersambung).

>>>Dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung seusai menghadiri Dies Natalis Fikom Unpad yg ke-57 saya ucapkan selamat belajar dari pengalaman & semua yg dilihat. Salam hormat buat keluarga ya. 14.00 18092017?<<<

Baca juga: Merawat Persahabatan, Utamakan Memberi daripada Menerima BUKAN SEKEDAR SERUAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button