Silaturahim dan Takaran Keimanan

Silaturahim dan Takaran Keimanan
Silaturahim dan Takaran Keimanan

Wejangan Dr. Aqua Dwipayana

Berikut Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 30 Maret 2018, ” Silaturahim dan Takaran Keimanan ” melalui WAG KOMPASS – Nusantara (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Super – Nusantara).

Dr. Aqua Dwipayana, Kompasser Yogyakarta, Motivator Nasional, Konsultan Komunikasi, Pengamat Militer dan Kepolisian RI, dan Penulis buku Best Seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

Silaturahim dan Takaran Keimanan

Penyampaian Aqua Dwipayana Tokoh SILATURAHIM Indonesia melalui WAG KOMPASS Nusantara
Penyampaian Aqua Dwipayana Tokoh SILATURAHIM Indonesia melalui WAG KOMPASS Nusantara

Oleh Achmad Dzanun

Aqua Dwipayana adalah sosok yang tidak asing bagi teman-teman wartawan. Khususnya Suara Indonesia dan Jawa Pos. Tiap hari dan secara konsisten, terus-menerus memberikan kiriman berita inspirasi positif. Kegiatan silaturahimnya tidak pernah putus. Lintas jabatan. Agama. Propinsi dan negara.

Silaturahim memang dianjurkan oleh agama dan semua orang sudah tahu itu. Tapi, untuk mempraktikkan ajaran mulia itu, tidak semua orang mau melakukannya. Padahal sebetulnya semua orang bisa melaksanakannya dengan kemampuan masing-masing.

Kata Rasululloh Muhammad SAW silaturahim itu bisa memanjangkan umur dan memperbanyak rejeki. Tentu itu merupakan keinginan semua orang. Umur panjang dan kaya. Sebagai umat Muhammad SAW tentu kita percaya dan wajib mempercayai ucapannya, tindakannya, dan tentu juga wahyunya. Kalau tidak percaya, berarti kufur.

Kok kufur? Tentu saja. Karena percaya kepada Rosululloh Muhammad SAW merupakan salah satu bagian dari iman. Selain kepada ALLAH SWT, juga kitab, malaikat, yaumul akhir dan takdir.

Kalau begitu, takaran keimanan kita kepada ucapan Rosululloh itu seberapa besar. Percaya 100% rasanya tidak mungkin.  50% atau hanya 10%. Bahkan bisa jadi hanya 1%.

Tangan di Atas lebih Mulia

Semakin sering seseorang menghisab dirinya semakin tahu kualitas dirinya. Itu pula yang dikatakan sahabat nabi, Umar Bin Khottob. Hasibu Qobla An Yuhasabu. Takarlah diri kalian sebelum nantinya di yaumul akhir ditakar. Kalau takaran timbangannya banyak bagusnya maka balasannya adalah surga. Sebaliknya jika banyak jeleknya, tentu saja neraka.

Aqua tidak sekedar silaturahim dengan tangan kosong. Dia juga mempraktikkan bahwa tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah. Yang diberikan tidak hanya berupa materi (uang – buah tangan bahkan membiayai umroh) tapi juga ilmu.

Buktinya untuk aktivitas motivasi dan sharing komunikasinya di berbagai tempat dan instansi baik di Indonesia maupun di mancanegara  banyak yang DIGRATISKAN. Hehehe.. dengan huruf kapital. Karena ada plusnya. Plus buah tangan. Plus tanpa biaya transportasi. Berapapun jauh jarak tempuhnya.

Untuk yang belum pernah mendapatkan efek positifnya, memang kurang semangat mempraktikkan anjuran Rosululloh itu. Tapi mereka yang sudah memperoleh manisnya seperti Aqua Dwipayana tentu akan ketagihan dan menjadi kebutuhan sehari-hari.

Paling tidak ada beberapa yang bisa saya catat (sepenggal pengetahuan saya). Pertama silaturahim, kedua bersedekah, ketiga membagikan ilmu.

Hadis Nabi mengatakan akan putus amal manusia ketika sudah meninggal. Kecuali amal soleh (perbuatan baik), amal jariah (sedekah), Ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mau mendoakan orangtuanya.

Semoga ALLAH SWT menggolongkan Aqua Dwipayana ke dalam hadist di atas. Wallahu A’lam Bissowah (hanya ALLAH SWT yang tahu). Amin ya robbal aalamin…

Penulis adalah mantan wartawan Suara Indonesia serta majalah Kamar  Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

Baca juga: Tulisan Ero di Tribun Jabar Menginspirasi dan Memotivasi

The Power of SILATURAHIM!

by KOMPASS Nusantara

One thought on “Silaturahim dan Takaran Keimanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button

1000 Narasumber KONUS! CALL/WA 08557772226 (Idham Azhari)

X