Savero Dwipayana dan Pola Didik Anak Dalam Keluarga

Savero Dwipayana dan Pola Didik Anak Dalam Keluarga
Savero Dwipayana dan Pola Didik Anak Dalam Keluarga

Wejangan SILATURAHIM Aqua Dwipayana

Berikut Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 1 Desember 2019, ” Savero Dwipayana dan Pola Didik Anak Dalam Keluarga ” melalui WAG KOMPASS Nusantara.

Dr. Aqua DwipayanaKompasser Bogor, 10 Inspirator KOMPASS – Nusantara, Motivator Nasional, Konsultan Komunikasi, Pengamat Militer dan Kepolisian RI, dan Penulis buku Best Seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

Savero Dwipayana dan Pola Didik Anak Dalam Keluarga

Penyampaian Aqua Dwipayana Tokoh Silaturahim Indonesia 1 Desember 2019 melalui WAG KOMPASS Nusantara
Penyampaian Aqua Dwipayana Tokoh Silaturahim Indonesia 1 Desember 2019 melalui WAG KOMPASS Nusantara

Savero Dwipayana dan Pola Didik Anak Dalam Keluarga
Oleh Erwin Kustiman

“ANAK polah, bapak kepradah”. Demikian bunyi salah satu peribahasa Jawa yang maknanya kurang lebih menggambarkan bahwa setiap perilaku anak pastilah selalu dikaitkan dengan orang tuanya. Ungkapan dengan arti hampir sama juga ada dalam khazanah kearifan lokal bahasa Sunda yaitu “Hanacaraka dataswala, anak cilaka indung jeung bapa kababawa”. Iya, betul, apapun yang dilakukan seorang anak di luaran pastilah akan berdampak pada keluarga dan biasanya orang tua akan selalu dikaitkan dengan perilaku anak-anak mereka di luar rumah.

Membaca tulisan Dr Aqua Dwipayana, seorang pakar Komunikasi dan penggagas Gerakan Sharing Komunikasi dan Motivasi serta Umroh Gratis The Power of Silaturahim, tentang sosok sang anak bungsu, Savero Karamevita Dwipayana yang belum lama ini (29 November 2019) genap menginjak usia 20 tahun, saya tiba-tiba saja teringat dua peribahasa di atas.
Tak mungkin seorang Ero – saya biasa memanggillnya Dik Ero — dalam usia yang relatif masih muda sudah menunjukkan kematangan sosial, sikap rendah hati, sekaligus peduli pada lingkungannya, tanpa ada proses edukasi dan pola pengasuhan yang luar biasa serta penanaman nilai-nilai kebaikan oleh kedua orang tuanya, yakni Pak Aqua Dwipayana beserta Ibu Retno Setiasih. Ero bisa menampilkan citra diri seperti yang dikisahkan dan saya yakin itu kenyataan sejatinya, bila tidak diawali oleh penanaman nilai-nilai luhur serta penghormatan pada orang lain oleh kedua orang tua terkasihnya.

Ero (Savero Dwipayana) adalah Personifikasi Seorang Aqua Dwipayana Muda

Saya berani mengatakan demikian, karena menjadi saksi dalam beberapa perjumpaan langsung saya dengan Ero, baik didampingi Pak Aqua ataupun tidak. Dalam setidaknya tiga empat kali perjumpaan langsung saya dengan Ero itu, kesan mendalam tentang sikap rendah hati, peduli, aktif pada berbagai kegiatan kampus, serta sikap dan gestur yang sopan dan santun, membuat saya respek dan sangat menyukai kesantunan anak muda tersebut. Ero juga sangat antusias dan terkesan kuat mengikuti isu-isu sosial politik mutakhir ketika kami terlibat diskusi ringan di ruang tamu Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung, saat suatu ketika Ero dan dan teman-temannya berkunjung karena sebuah keperluan.

Boleh dibilang Ero adalah personifikasi seorang Aqua Dwipayana muda, karena tutur kata, untaian senyum, dan gestur tubuhnya yang selalu menghargai orang yang menjadi lawan bicara, memang sama dan serupa. Saya yakin seyakin-yakinnya itulah bentuk teladan yang baik (uswah hasanah) yang secara langsung ditunjukkan orang tua dan kemudian diulangi oleh putra dan putrinya. Tanpa perlu mengeluarkan kalimat perintah tapi langsung dilaksanakan dan ditunjukkan dengan perilaku dan tindak-tanduk konkret.

Mendapat Motivasi Sekaligus Konsumsi

Ada sebuah pengalaman berkesan yang masih diingat oleh saya dan sebagian rekan-rekan di Pikiran Rakyat. Setidaknya, sudah dua kali Dr Aqua Dwipayana berkenan menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan Pikiran Rakyat. Pertama khusus untuk kalangan wartawan dan kedua bersama unsur karyawan dan pimpinan.

Pada sesi sharing yang pertama, kegiatan berlangsung hingga larut malam. Saat itu, Pak Aqua Dwipayana hadir bersama Ero. Tak terasa, hampir empat jam Pak Aqua memaparkan materi dengan sangat menarik dan “mengena” karena beliau yang mantan wartawan dan sekaligus seorang Public Relations, sangatlah memahami kultur media luar dan dalam. Maklum, namanya wartawan, seringkali menggelar kegiatan asal jalan dan abai pada penyediaan “logistik”. Ketika waktu sudah menunjukkan hampir pukul 21.30, perut mulai terasa keroncongan.

Di sinilah kelebihan seorang Aqua Dwipayana juga sikap cepat tanggap Savero Karamiveta Dwipayana alias Ero. Diam-diam, adik mahasiswa yang sedari awal sharing sejak sekitar pukul 17.00 ikut asyik menyimak sharing motivasi Pak Aqua, ternyata sudah memesan dan membayar sekaligus sekitar 10 boks pizza. Karuan saja, wartawan peserta sesi sharing semua menampilkan wajah sumringah dan kaget atas kiriman makanan yang tak disangka itu. “Sudah diberikan motivasi eh ditambah konsumsi pula. Kita jadi malu hehehe,” ungkap seorang wartawan.

Ero sendiri hanya senyum-senyum dan tetap rileks menanggapinya. Ia tampak sangat menikmati kebersamaan dengan para wartawan dan tidak pernah bosan mendampingi setiap aktivitas ayahanda, Dr Aqua Dwipayana.

Baca juga: Sekeluarga Haus Membantu Sesama Tanpa Pamrih

Savero Dwipayana Dampingi Mahasiswa Penderita Kesehatan Mental, Memiliki Jiwa Sosial dan Kepedulian yang Tinggi

Kepedulian sosial Ero yang tinggi juga ditunjukkan oleh aktivitasnya yang tinggi dalam setiap kegiatan kampus, baik sifatnya akademik maupun nonakademik atau kegiatan himpunan dan senat mahasiswa. Ia beberapa kali kerap diikutsertakan dalam riset dan kegiatan ilmiah bersama para dosen Fikom Unpad.

Kebetulan, saya sendiri adalah alumnus Fikom Unpad pada jenjang S1 dan S2. Pak Aqua Dwipayana yang meraih doktor ilmu komunikasi di Fikom Unpad (saat beliau lulus S3 mencatatkan rekor kiriman bunga ucapan selamat yang jumlahnya ratusan, termasuk rekor di PTN itu) juga terus mendorong agar saya lanjut ke jenjang doktoral (aamiin Yra, saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dorongan kuat Pak Aqua dan semoga saya bisa melaksanakannya semua berkat bantuan Pak Aqua).

Dalam sebuah kegiatan, suatu ketika Ero bersama teman-temannya mengkontak saya dan kemudian kami bertemu di kantor Pikiran Rakyat. Saya sungguh terkejut, haru, sekaligus bangga, dalam usia muda Ero bersama teman-temannya sudah memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi kepada para mahasiswa yang mengalami kesehatan mental. Jadi, sejak lama Ero aktif dalam kegiatan memberikan pendampingan sekaligus upaya mengurangi tingkat stress dan depresi di kalangan mahasiswa. “Penyebabnya banyak Om Erwin, bisa karena ketidakmampuan menghadapi tugas kuliah, tingkat stress, kurang perhatian dari orang tua, dan banyak lagi. Ternyata kasusnya seperti puncak gunung es. Hal ini membutuhkan kepedulian dari semua warga kampus,” ungkap Ero serius

Saat itu, Ero meminta Pikiran Rakyat menjadi media partner. Saya sendiri hanya bisa menjanjikan peliputan dari koran Pikiran Rakyat dan belum bisa memberikan kontribusi lain berupa pendanaan. Ero tetap tersenyum ramah dan berterima kasih atas kesediaan Pikiran Rakyat memberitakan setiap program dalam rangkaian kegiatan yang pembukaannya digelar di Gedung Sate Bandung dan juga dihadiri oleh Gubernur Jabar M Ridwan Kamil tersebut.

Sosok Anak yang Memang Patut Dibanggakan Kedua Orang Tua

Dari rangkaian perjumpaan dan komunikasi tertulis melalui Whats App dengan Ero, saya berkesimpulan bahwa meski kebetulan lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang serba berkecukupan, tak menjadikan sosok Ero menjadi manja, kurang peduli, atau tinggi hati. Sebaliknya, justru, dalam kondisi yang semuanya sudah disiapkan dengan sangat baik oleh Pak Aqua dan Ibu Retno, Ero menjadikan hal itu sebagai bagian dari spiritnya untuk berbagi.

Kendaraan roda empat terbaru bahkan rumah sendiri di Kawasan Jatinangor Sumedang yang disediakan oleh Pak Aqua, tak membuat Ero silau. Ia tetap sosok anak muda yang menyenangkan, rendah hati, punya jiwa sosial tinggi, dan selalu santun pada siapapapun. Istilah bahasa Sundanya, “kayungyun” atau sosok anak yang memang patut dibanggakan kedua orang tuanya. Aamiin YRA.

Pola Asuh dan Pola Didik Anak

Jika seorang Ero sudah memberi kesan yang sangat mendalam dan membuat saya respek pada yang bersangkutan juga kedua orang tuanya, maka sikap dan tindak-tanduk sang kakak pun pastilah demikian adanya. Meski belum pernah bersua langsung, saya yakin Alira Vania Putri Dwipayana atau Ara pastilah sama menyenangkannya dengan Ero. Saya mendapat informasi, Ara memperoleh beasiswa belajar di salah satu universitas terbaik di Korsel (Korea University Business School). Atas kemauan sendiri, Ara bahkan berangkat beribadah haji dengan biaya sendiri dari Korsel. Dalam usia yang juga muda, Ara bahkan sudah berkeliling ke lebih 50 negara dengan biaya sendiri pula.

Saya berkesimpulan semua anugerah yang diterima oleh Pak Aqua dan Ibu Retno berupa anak-anak yang pintar, bersahaja, santun, dan tidak silau oleh harta, tidaklah hadir begitu saja. Semua berawal dari proses penanaman nilai-nilai kebaikan demi kebaikan yang terus-menerus digagas dan dimplementasikan Pak Aqua Dwipayana sekeluarga. Demikian pula dengan pola asuh dan didikan yang ditanamkan kedua beliau. Secara alamiah dan natural, kebaikan pasti melahirkan kebaikan pula. Salam hangat dan takzim selalu Pak Aqua Dwipayana. Tahniah untuk Dik Ero! *

Penulis adalah Wartawan Senior Harian Umum Pikiran Rakyat Bandung.

Baca juga: Jangan Rusak Silaturahim karena Urusan Duniawi

CALL/WA 08557772226 (Muhammad Idham Azhari) for Inquiry …

The Power of SILATURAHIM ..
SILATURAHIMER Marketing …
#AquaDwipayana
#KOMPASSNusantara
#ThePowerOfSILATURAHIM

#SILATURAHIMERMarketing
#SILATURAHIMMarketing
#10InspiratorKOMPASSNusantara
#10InspiratorKONUS

by KOMPASS Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button

1000 Narasumber KONUS! CALL/WA 08557772226 (Idham Azhari)

X