Pilihlah landasan memberi dan mengambil dengan landasan radikal

Pilihlah landasan memberi dan mengambil dengan landasan radikal
Pilihlah landasan memberi dan mengambil dengan landasan radikal

Ethos Master

Berikut PENCERAHAN Mr. Spirit Saut Sitompul 3 Mei 2018, ” Pilihlah landasan memberi dan mengambil dengan landasan radikal “  melalui WAG KOMPASS – Nusantara (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Super – Nusantara).

Mr. Spirit Saut Sitompul, M.Si.,CEM, Kompasser Jakarta, Ethos Master, Motivator Nasional dan Founder – Chairman Arete Event Organizer: Pengembangan SDM Unggul Profesional.

Pilihlah landasan memberi dan mengambil dengan landasan radikal

Penyampaian Saut Sitompul Pakar ETOS KERJA Indonesia 3 Mei 2018 melalui WAG KOMPASS
Penyampaian Saut Sitompul Pakar ETOS KERJA Indonesia 3 Mei 2018 melalui WAG KOMPASS

Selamat Pagi?
Pagi 3x Semangaaaaat.

Siapa kita?
Profesional 3M:
Mau
(Karakter Mulia);
Mampu
(Kompetensi Unggul);
Mau
(Kontribusi sempurna).
———————————–

Pesan Etos: Pilihlah landasan memberi dan mengambil dengan landasan radikal

Perdefinisi.
Radikal berasal bhs. Inggris “Radix” artinya Akar.

Sesuatu yang meng-akar berarti sesuatu yang fundamental. Sesuatu yang fundamenal berarti sesuatu yang universal. Dan sesuatu yang universal berarti bernilai spiritual. Sesuatu yang spiritual bersifat ke-Illahi-an.

Setiap orang memberi sesuatu, atau rela bergabung dalam suatu perusahaan, LSM dan Komunitas lainnya ada 2 motifnya:
1. Fokus mengambil atau mendapatkan sesuatu;
2. Fokus memberi atau berkontribusi sesuatu;

Memilih ke-2 (dua) motif diatas adalah hak setiap orang dan dibenarkan.

Yang perlu kita jaga adalah akar/landasan landasan mengambil atau memberi sesuatu itu.

Ada 2 (dua) landasan baik dalam mengambil dan memberi yakni :
1. Rasional.
Jika landasannya rasional maka akan menggunakan hukum transaksional.
1. Ketika mengambil, nilai besarannya bisa sama atau lebih bila dibandingkan dgn kontribusi yang diberikannya;

2. Ketika memberi harus dibayar sama dgn kontribusi yang diberikan.
Jika dibayar lebih rendah, muncul perasaan dirugikan dan sesuatu terus di perjuangkan.

Kelirukah hukum transaksional ini? Tentu tidak dari landasan rasional.

2. Spiritual.
Jika landasannya spiritual, maka hukum yang mendasarinya adalah Altruisme.

Altruisme adalah rela repot dan rela berkorban demi kebahagiaan orang lain dan kemajuan perusahaan atau
komunitas.

Sahabat2ku yang baik:
Apapun pekerjaan, jabatan, bisnis, komunitas kita, marilah naik kelas dalam hal mengambil dan memberi dari hukum transaksional ke ALTRUISME.

Ketika ada:
1. Kesempatan mengambil, ubahlah kesempatan itu dari mengambil untuk kepentingan pribadi menjadi mengambil
kesempatan untuk memberi kontribusi yang terbaik tanpa harus di interupsi/diganggu dengan balas jasanya.

2. Ketika ada kesempatan untuk memberi, maka berilah kontribusi yang “berkualitas”.

Baik ketika mengambil maupun memberi hindarkan diintetupsi/diganggu pikiran perihal balas jasanya.

Serahkanlah sepenuhnya hal itu urusan si pembalas sejati itu yakni : Tuhan YME.

Mari kita sambut hari ini dengan penuh SOS (Semangat, Optimis, Sukacita).

Salam Etos : BHB (Bigger, Higher, Better) Semakin : Besar, Tinggi, Baik.
***
Oleh:
Mr. Spirit Saut Sitompul, M.Si.,CEM.
Ethos Master & Motivator Nasional.
——

Profesional dan antusias dalam membawakan Seminar – Training:

1. 8 Etos Kerja Profesional;
2. Leadership : Ethos and Practical Leadership.
3. Character Building : Membangun Karakter Unggul Profesional;
4. ToT : Training of Trainers.

HP/WA.: 0855 789 4277

Baca juga: HIDUP INI KESEMPATAN MELAKUKAN PERBUATAN YANG BERMANFAAT

ETOS KERJA Indonesia!
#KOMPASSNusantara
#HariSALESDunia
#HariSALESSedunia
#ThePowerOfSILATURAHIM
#SILATURAHIMERMarketing
#WorldSALESDay

by KOMPASS – Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button

1000 Narasumber KONUS! CALL/WA 08557772226 (Idham Azhari)

X