Minta Masukan, Bukti Kerendahhatian Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius

Minta Masukan, Bukti Kerendahhatian Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius
Minta Masukan, Bukti Kerendahhatian Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius

Wejangan Dr. Aqua Dwipayana

Berikut Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 2 Juni 2018 pukul 23.00, ” Minta Masukan, Bukti Kerendahhatian Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius ” melalui WAG KOMPASS – Nusantara (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Super – Nusantara).

Dr. Aqua Dwipayana, Kompasser Yogyakarta, 10 Inspirator KOMPASS – Nusantara, Motivator Nasional, Konsultan Komunikasi, Pengamat Militer dan Kepolisian RI, dan Penulis buku Best Seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

Minta Masukan, Bukti Kerendahhatian Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius

Minta Masukan, Bukti Kerendahhatian Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius

“Uda Aqua jangan ragu2 untuk memberikan masukan ke Hardi. Setiap saat silakan disampaikan saran2 untuk perbaikan dan peningkatan kinerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Awak yakin Uda Aqua yg banyak temannya baik di Polri, TNI, maupun sipil punya ide2 menarik buat Hardi dan teman2 di sini,” ungkap Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius dengan mimik wajah serius ke saya.

Rabu sore, 30 Mei 2018 lalu saya dan teman akrab saya yg mantan Pangdam Jaya Mayjen TNI Purn Jaswandi – sama2 angkatan 85 dengan Hardi – silaturahim ke Hardi, panggilan akrab Suhardi Alius, di kantornya lantai 16 Gedung BUMN Jakarta Pusat. Saat kami tiba di kantor itu Hardi sedang Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Begitu sampai di kantornya, mantan Kabareskrim Polri itu langsung menemui kami. “Mohon maaf ya Uda Aqua dan Pak Jaswandi karena sudah menunggu. Awak baru selesai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR,” ujar Hardi dengan akrab dan hangat.

Saya dan Jaswandi sangat memakluminya. Kami malah berterima kasih sekali ke Hardi karena di tengah jadwalnya yg sangat padat termasuk hari libur, masih menyediakan waktu buat kami. Suatu kehormatan bagi kami bisa silaturahim ke laki2 asal Solok, Sumatera Barat itu.

Suami dari Riri Suhardi Alius ini ke teman2 akrabnya selalu memanggil dirinya “Hardi” atau “Awak”, sebutan terhadap diri sendiri orang Minang pada orang lain.

Kenal di Bareskrim Polri, Intens Komunikasi

Hardi yg sangat rendah hati itu adalah teman lama saya. Kami berteman sejak 2010 ketika beliau menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Polri dengan pangkat bintang satu. Waktu itu teman akrab saya yg menjabat Wakabareskrim Polri Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief yg mengenalkan ke Hardi.

Suatu pagi ketika saya silaturahim ke Dikdik, di ruang kerjanya lantai 2 Gedung Bareskrim Polri ada Hardi. “Kenalkan Pak Aqua, ini Pak Suhardi Alius. Beliau Direktur Tipiter Bareskrim,” jelas Dikdik. Kami saat itu langsung tukaran nomor telepon genggam.

Sejak itu komunikasi kami cukup intens. Karir Hardi terus menanjak. Beliau jadi Wakapolda Metro Jaya, Kadiv Humas, Kapolda Jawa Barat, dan Kabareskrim.

Hal paling menonjol dan layak diteladani adalah seiring dengan promosi jabatan dan kenaikan pangkat hingga bintang tiga, Hardi makin rendah hati. Setiap saya kontak, sesibuk2nya beliau pasti merespon. Bahkan sekitar 2 tahun lalu menyempatkan waktu mampir ke rumah saya di Yogyakarta.

Setiap kami ketemu selalu bicara apa adanya. Tidak ada hal2 yg dirahasiakan. Meski diskusi itu hanya untuk konsumsi kami berdua.

Pemikiran2 kritis yg saya sampaikan menjadi perhatian Hardi. Beliau selalu menyimak dengan serius semua yg saya infokan utamanya yg terkait dengan tugas2nya. Jika ada masukan untuk kebaikan institusi yg dipimpinnya Hardi segera memperbaikinya.

“Semua masukan dari Uda Aqua pasti bermanfaat buat Hardi. Jadi silakan Uda Aqua sampaikan ya,” lanjut Hardi ramah.

Hardi sangat Berbakti pada Mamaknya

Keteladanan Hardi lainnya adalah sejak puluhan tahun lalu – selama tugas di Jakarta – setiap pagi menuntun Ibundanya, Alisma Alius (81 tahun) yg biasa dipanggilnya Mamak menaiki dan menuruni tangga masjid At Taubah di kompleks Perumahan Polri Ragunan, Jakarta Timur, sebelum dan sesudah sholat Subuh. Mereka tinggal beda rumah di kompleks yg sama.

“Tiap pagi Hardi tuntun Mamak di tangga masjid At Taubah utk sholat Subuh. Itu sudah kerjaan rutin Hardi. Mumpung kami berdua masih ada umur,” terang Hardi sambil mengirimkan foto sedang menuntun Mamaknya.

Selain itu Setiap pagi sebelum berangkat kerja, Hardi selalu menemui Mamaknya di rumahnya. Tujuan utamanya silaturahim dan mencium tangannya.

“Kalau mau berangkat kantor Hardi mampir ke Mamak dulu. Itu yg membuat Awak nggak mau pindah dr kompleks itu Uda Aqua. Biar Mamak tidak kesepian, dekat dengan anak2nya,” tambah Hardi.

Kegiatan positif itu merupakan ritual rutinnya setiap pagi selama hari kerja. Begitu akrabnya hubungan dengan Mamaknya, sehingga Hardi yg memiliki karakter yg kuat ini sampai beberapa kali guyon tentang kebiasaan tersebut ke Mamaknya.

“Silakan Mamak cek para jenderal di seluruh dunia, mungkin hanya Hardi satu2nya yg rutin setiap pagi selama puluhan tahun menemui Mamaknya dan mencium tangannya,” kata Hardi guyon yg disambut tawa oleh Alisma.

Mendapat Hadiah 2 Buku dari Hardi

Hardi memberikan 2 bukunya ke saya dan Jaswandi. Buku pertama berjudul Pemahaman Yang Membawa Bencana Kumpulan Esai Penanggulangan Terorisme yg tulisan dan wawancara dengan Hardi yg dimuat di berbagai media cetak.

Sedangkan buku kedua berjudul Integritas Di Tengah Kabut Idealisme Kepemimpinan & Pembelajaran Hidup Suhardi Alius karya Dedi Mahardi. Di cover depan bukunya ada kutipan mantan Ketua Umun Pengurus Pusat Muhammadiyah Profesor Ahmad Syafii Maarif, “Sebenarnya polisi jujur itu masih banyak, tidak seluruhnya sinisme Gus Dur tentang polisi mengandung kebenaran, salah satunya adalah Suhardi Alius.”

Di halaman pertama kedua buku itu Hardi menulis, “Utk Saudaraku Uda Aqua. Jkt, 30/05/’18.” Dibubuhi tanda tangan Hardi. Alhamdulillah.

Semoga Hardi yg sangat rendah hati  dan dengan konsisten mau menerima masukan dari siapa saja, sukses memimpin BNPT. Selain itu agar seluruh keteladannya dicontoh semua pejabat di Indonesia. Amin ya robbal aalamin.

>>>Dari  Bogor saya ucapkan selamat berusaha secara konsisten untuk jadi teladan. Salam hormat buat keluarga ya. 23.00 02062018?<<<

Baca juga: Luar Biasa, Dedi Sunardi Banyak Menginspirasi dan Detail

Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 2 Juni 2018 pukul 23.00, ” Minta Masukan, Bukti Kerendahhatian Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius ” melalui WAG KOMPASS

The Power of SILATURAHIM ..
SILATURAHIM Marketing ..
#10InspiratorKOMPASSNusantara

by KOMPASS Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button

1000 Narasumber KONUS! CALL/WA 08557772226 (Idham Azhari)

X