Meski Disakiti Mudah Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Meski Disakiti Mudah Memaafkan Kesalahan Orang Lain
Meski Disakiti Mudah Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Wejangan SILATURAHIM Aqua Dwipayana

Berikut Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 9 September 2018, ” Meski Disakiti Mudah Memaafkan Kesalahan Orang Lain ” melalui WAG KOMPASS – Nusantara (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Super – Nusantara).

Dr. Aqua Dwipayana, Kompasser Yogyakarta, 10 Inspirator KOMPASS – Nusantara, Motivator Nasional, Konsultan Komunikasi, Pengamat Militer dan Kepolisian RI, dan Penulis buku Best Seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

Meski Disakiti Mudah Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Penyampaian Aqua Dwipayana Tokoh SILATURAHIM Indonesia 9 September 2018 melalui WAG KOMPASS Nusantara
Penyampaian Aqua Dwipayana Tokoh SILATURAHIM Indonesia 9 September 2018 melalui WAG KOMPASS Nusantara

Meski Disakiti, Mudah Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Pengantar : salah seorang pensiunan harian Jawa Pos Aris Suryati tergelitik untuk mengomentari tulisan wartawan senior di Nganjuk, Jatim, Darul Farokhi yg berjudul Jangan Terlalu… Apalagi Aris mengikuti peristiwanya termasuk pro kontra dan polemik yg terjadi terkait dengan saya seperti yg ditulis Darul. Sementara sesaat setelah tulisannya di-share ke anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan, Darul menerima banyak WA lewat japri. Sebagian isinya memberikan klarifikasi. Berikut komentar Aris yg disampaikan dgn gaya bertutur.

Tergelitik dan gatel jari2 ini ingin cepat berkomentar, karena pernah saya alami juga, bahkan sering (dalam kasus yg berbeda). Sehingga saya tidak kaget saat Mas Aqua mengalami hal serupa.

Kebetulan waktu itu saya sempat monitor postingan dari teman-teman di Grup WA ketika ada usulan Mas Aqua mau dimasukkan ke Grup Cowas JP. Memang ada pro kontra.

Saat itu saya hanya monitor aja. Pingin ikutan usul ini dan itu takut salah, karena saya sadar siapa saya ini. Tapi hati ini benar-benar merasa prihatin, kenapa sih harus tidak setuju? Apalagi ini terkait dengan silaturahim dan menjaga hubungan baik dengan sesama makhluk TUHAN.

Bukankah menambah teman dan konsisten merawatnya itu tambah rejeki. Juga akan memperpanjang usia. Ini sesuai dengan janji TUHAN. Toh yg akan bergabung ini bukan penjahat, malah kiprahnya di mana-mana dan diakui banyak pihak. Tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara.

Kalau pun orang tersebut penjahat, siapa tahu jadi insyaf karena bergabung dengan orang-orang yg perilaku dan tutur katanya selalu baik. Jika ini sampai terjadi, semua yg ada di Grup WA ikut kecipratan pahalanya dari ALLAH SWT.

Saat diam saya terus memonitor perkembangannya. Selain itu selalu berdoa agar teman-teman yg masih berpikiran negatif segera berubah jadi positif. Bagi TUHAN itu sangat mudah dilakukan. Semudah membalik telapak tangan.

Atasannya Cuma TUHAN, selalu Tenang Hadapi Masalah

Alhamdulillah… Seiring dengan perjalanan waktu, Mas Aqua akhirnya bisa bergabung di  Cowas JP.  Meski awalnya ada yg nyinyir, namun Mas Aqua tetap tenang menyikapi dan menanggapinya.

Belakangan saya jadi tahu bahwa Mas Aqua selalu tenang menghadapi setiap masalah. Selain berusaha menuntaskannya, beliau berdoa dan memasrahkan ke atasan satu2nya yakni TUHAN.

Pelan tapi pasti, Mas Aqua membuktikan kehadirannya di Cowas JP memberi manfaat bagi para anggota Cowas JP termasuk janda2nya, baik langsung maupun tidak langsung. Mengenai kontribusi Mas Aqua tidak perlu saya rinci di sini karena umumnya sudah tahu, bahkan telah merasakan sendiri.

Saya yakin di antara teman-teman yg semula menolak Mas Aqua gabung di Cowas JP,  akhirnya ada yg sudah merasakan bantuan dan kebaikan beliau. Hal itu bisa terjadi karena setahu saya, Mas Aqua tidak pernah menyimpan dendam pada siapapun juga termasuk ke orang-orang yg pernah menyakitinya. Mas Aqua dengan mudah memaafkan kesalahan orang lain pada dirinya.

Malah tanpa banyak bicara, Mas Aqua dengan menggunakan hati merangkul teman-teman yg pernah menyakitinya. Kesannya seperti tidak pernah terjadi apa2 di antara Mas Aqua dengan orang-orang tersebut. Saya memperhatikan itu saat reuni di Yogyakarta.

Tidak hanya itu. Satu-persatu di antara mereka yg butuh bantuan, dibantu Mas Aqua. Itu tanpa gembar-gembor sehingga tidak mempermalukan orang2 yg dibantu.

Saya membayangkan teman2 yg pernah menyakiti Mas Aqua dan belakangan mendapat bantuan dari Mas Aqua, pasti merasa tidak enak hati, malu, dan menyesal. Mengapa dulu bersikap dan berbuat seperti itu ke orang sebaik Mas Aqua.

Baca juga: Takut Kecewa Tidak Berani Berharap Juara Lomba Karya Tulis Cowas JP

Menggugah Cowasers Lainnya Bantu Sesama

Berbagai tulisan dari teman-teman pasca reuni IX dan Ulang Tahun III Cowas JP membuktikan kebaikan Mas Aqua tersebut. Termasuk saat pembubaran panitia di Bali pada Jumat – Minggu, 31 Agustus 2018 sampai 2 September 2018, serta penyerahan hadiah II, III,  dan harapan untuk pemenang lomba menulis di Surabaya pada Selasa siang, 4 September 2018.

Semua tulisan plus ucapan teman-teman mengapresiasi seluruh kebaikan Mas Aqua. Mereka berdoa dan berharap agar cowasers yg memiliki kemampuan lebih dari sisi ekonomi ikut tergugah melakukan hal yg sama dengan Mas Aqua bahkan lebih dari itu. Dengan demikian bakal banyak lagi yg merasa bahagia sebab mendapat rejeki dari konco lawas yg sukses dalam kehidupannya.

Saya mengamati dari berbagai tulisan dan komentar yg disampaikan cowasers menunjukkan kebahagiaan, keceriaan, rasa senang, kebersamaan, dan saling mengisi satu dengan yg lainnya. Hal itu positif sekali dan harus ditingkatkan terus.

Betul sekali tulisan Mas Darul bahwa kata terlalu itu memang tidak baik.
Terlalu mengidolakan…
Tlalu sayang..
Tlalu benci…
Dan terlalu yg lain…
Saya meyakini itu.

Konsisten Silaturahim, Hasilnya Luar Biasa dan Dahsyat

Berkat kelembutan, kesantunan, dan keyakinan yg kuat utamanya keikhlasan dari seorang Aqua Dwipayana – yg menjaga hatinya tetap bersih, komunikasinya dengan semua orang selalu baik, dan berpikir positif – mereka yg selama ini bersikap keras dan antipati pada dirinya bisa “ditaklukkannya”. Itu ibarat batu sekeras apapun setelah kejatuhan/tetes air, lama kelamaan akan hancur. Mas Aqua telah membuktikan itu dan memberikan keteladanan.

Saya semakin merinding setelah membaca di bagian kisah nyata Mas Darul sesudah jadi “Catam” nasibnya terpental-pental. Tiba2 ada yg telp memberikan minuman segar yg langsung dimanfaatkannya meski hanya hitungan menit.

Namanya jg orang haus, meskipun minumnya bukan minum yg sesungguhnya, langsung diteruskan dengan ngobrol berdua, saling mengisi dan memotivasi. Dilakukan di bawah pohon tanpa suguhan apapun. Namun tetap aja merasakan kesegarannya. Semua ini terjadi karena dilakukan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, sepenuhnya karena ALLAH SWT.

Siapa yg kasih minum tadi?
Ternyata seorang Aqua – sesuai dengan namanya – yg sudah jadi pro kontra sebelumnya. Subhanallah…

Ya ALLAH…  Mari kita semua saling berlomba-lomba dengan keterbukaan, membuang pikiran iri, dengki, benci, dendam, dan sakit hati pada sesama. Selalu berpikiran positif sangatlah diperlukan apalagi dengan teman sendiri.

Selain itu aktif dan konsisten melakukan silaturahim tanpa pamrih seperti yg selama ini telah dilakukan Mas Aqua. Hasilnya pasti luar biasa dan dahsyat. Teman2 Cowas JP telah merasakan sendiri saat acara di Yogyakarta, Bali, dan Surabaya. Betapa indahnya hidup ini dengan memiliki banyak teman.

Khusus buat Mas Aqua lanjutkan terus perjuanganmu dengan tulus ikhlas. Tetaplah rendah hati dan jadi teladan bagi kami. Amin ya robbal aalamin…

>>>Dari Bogor saya ucapkan selamat membersihkan hati, santun berkomunikasi, dan selalu berpikir positif. Salam hormat buat keluarga ya. 09.15 09092018?<<<

Baca juga: Beri Apresiasi Serahkan Hadiah Lomba Menulis Reuni Cowas JP di Surabaya

The Power of SILATURAHIM ..
SILATURAHIMER Marketing …
#AquaDwipayana
#KOMPASSNusantara

#10InspiratorKOMPASSNusantara

by KOMPASS Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button

1000 Narasumber KONUS! CALL/WA 08557772226 (Idham Azhari)

X