Membangun Karakter Unggul Bangsa

Membangun Karakter Unggul Bangsa
Membangun Karakter Unggul Bangsa

Berikut PENCERAHAN Mr. Spirit Saut Sitompul 2 Februari 2018 pukul 19.38, ” Membangun Karakter Unggul Bangsa   melalui WAG KOMPASS – Nusantara (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Super – Nusantara).

Mr. Spirit Saut Sitompul, M.Si.,CEM, Kompasser Jakarta, Ethos Master, Motivator Nasional dan Founder – Chairman Arete Event Organizer: Pengembangan SDM Unggul Profesional.

Membangun Karakter Unggul Bangsa

Penyampaian Saut Sitompul Ethos Master Indonesia melalui WAG KOMPASS Nusantara
Penyampaian Saut Sitompul Ethos Master Indonesia melalui WAG KOMPASS Nusantara

S.Sore? Gajian;
S.Malam? Enak Tenan.

Sharing untuk sahabat2ku yang peduli membangun Karakter Unggul Bangsa:

1. Pohon ketika kecil bisa dibentuk, setelah besar akan mudah rapuh.
Pesannya : Membentuk karakter anak sejak bayi.

2. Kajian pembentukan karakter adalah neuro sains (Cara kerja otak).
Zaman now banyak di pelajari dalam SLP, NLP, MLP.

3. Karakter Dasar sejak Lahir ada 2 (dua):
(1). Ruh (Dzat Illahi /Sifat Suci Tuhan yang ditiupkan kepada semua manusia dlm kandungan).
(2). Genetika orang tua (23 kromosom ayah dan 23 kromosom Ibu).
Sifat suci dan sifat ayah dan ibu sudah ada sejak lahir.

4. Ekologi sejak lahir ke dunia sangat berpengaruh kpd Anak.
Nilai2 atau situasi dan interaksi dilingkungan rumah, sekolah dan lingkungan lainnya masuk ke bawah pikiran bawah sadar anak melalui panca indra : Auditori/ Pendengaran; Visual/penglihatan/tontonan; Kinestek/kegiatan fisik; Perasaan dan Penciuman.

Karakter itu asal usul kata dari Yunani : Charassein artinya :”Mengukir”.
Artinya apa yg sering masuk dalam jangka panjang itulah yg menjadi dominan menjadi watak, kepribadian, watak.

Pertanyaan? Siapakah yang bertanggung jawab thdp karakter Bangsa?

Jawabnya:
1. Orang Tua;
2. Guru2 Agama2 dirumah Ibadah dan Sekolah;
3. Tokoh Masyarakat dilingkungan sosial;
4. Pemerintah dalam membuat kebijakan:
Software (Kurikulum berbasis nilai karakter mulia).
Brainware (Membentuk guru kompeten dan berkarakter mulia).
Kasus yg sering terjadi itu hukum kausalitas. Itu buah interaksi yg buruk.
Hardware (Perlengkapan yg mendukun penguatan karakter Mulia).

Mohon ijin utk Ayah/Orang Tua kita Pak Bibit.
Korupsi di Indonesia akan tetap ada karena itu sudah karakter ybs. Itu bisa di minimize jika Revolusi Karakter telah dimulai. Itupun hasilnya 28 thn mendatang.

Mohon maaf jika kurang lengkap.
Tetap semangaat bangsa ini pasti Bangsa Besar.
Jika semua Orang Tua, Guru2, Tokoh Masyarakat dan Pemimpin di Pemerintahan serta swasta mengucapkan dan melakukan nilai2 suci/mulia.

Salam NKRI.

Baca juga: Setiap waktu adalah baik untuk berbuat baik

Kutipan : Hukum potensi mengatakan apa yang sering diulang akan “KUAT”, dan apa yang jarang di ulang akan lemah bahkan lupa”.

by KOMPASS – Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button

1000 Narasumber KONUS! CALL/WA 08557772226 (Idham Azhari)

X