HENDAKLAH LEBIH SUKA MENGARAHKAN DARI PADA MENYALAHKAN

HENDAKLAH LEBIH SUKA MENGARAHKAN DARI PADA MENYALAHKAN
HENDAKLAH LEBIH SUKA MENGARAHKAN DARI PADA MENYALAHKAN

Ethos Master

Berikut PENCERAHAN Mr. Spirit Saut Sitompul 29 Maret 2018, ” HENDAKLAH LEBIH SUKA MENGARAHKAN DARI PADA MENYALAHKAN “  melalui WAG KOMPASS – Nusantara (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Super – Nusantara).

Mr. Spirit Saut Sitompul, M.Si.,CEM, Kompasser Jakarta, Ethos Master, Motivator Nasional dan Founder – Chairman Arete Event Organizer: Pengembangan SDM Unggul Profesional.

HENDAKLAH LEBIH SUKA MENGARAHKAN DARI PADA MENYALAHKAN

Penyampaian Saut Sitompul ETOS KERJA Indonesia 29 Maret 2018
Penyampaian Saut Sitompul ETOS KERJA Indonesia 29 Maret 2018

Selamat Pagi?
Pagi 3x Semangaat.

Apa kabar? Dasyat, Luar biasa. Yes 3x. Boom.

Siapa kita? Profesional Yang Berintegritas dan Berprestasi.
—————————————

PESAN ETOS: HENDAKLAH LEBIH SUKA MENGARAHKAN DARI PADA MENYALAHKAN

Dalam realitas dilingkungan : Keluarga, Lembaga pendidikan, Perusahaan, Institusi, Komunitas ada 2 kecenderungan response terhadap “suatu peristiwa” :
1. Lebih suka mengarahkan dari pada menyalahkan.
2. Lebih suka menyalahkan dari pada mengarahkan.

Contoh Guru yang mengarahkan sekaligus menanamkan ” Nilai Karakter Menghargai”.

Tersebutlah suatu kerajaan di “Antabranta”.

Seorang raja ingin menguji kemampuan matematika anaknya.
Anaknya kelas VI (Enam) Sekolah Dasar.

Baginda Raja memanggil seorang guru matematika.

Baginda raja:
Guru matematika tolong di uji kemampuan matematika anak saya!

Guru Matematika:
Siap Baginda Raja.

Guru matematika memanggil Anak Raja (Pangeran).

Guru matematika membuat soal perkalian.
Pangeran berapakah
9 x 9 = ?

Pangeran:
Pak Guru, 9 x 9 = 80.

Guru Matematika :
Bagus (sambil memberi jempol?), pangeran telah “berusaha” untuk menjawab dengan benar.

Pangeran!
Tolong tambahkan angka 1 (satu) agar jawaban pangeran benar.

Pangeran:
Baik Pak Guru 9 x 9 = 81.

Pesan dari cerita ini adalah:
Guru matematika ini tidak fokus pada kesalahan jawaban, tetapi yg pertama menanamkan nilai karakter menghargai dgn kata2 ” Bagus2 pangeran telah berusaha”.
Selanjutnya menawarkan solusi jawaban yang benar.

Sahabat2ku yang baik:
Kita sebagai orang tua, guru (trainer, motivator, coach, inspirator pengamat dan nara sumber) serta pemimpin/pejabat mungkin tanpa kita sadari fokus dan mudah pada kesalahan atau kekurangan team.

Jika itu yg terjadi ayo bangkitlah mari melakukan “shift paradigm” fokus menghargai setiap usaha, mengarahkan dan menawarkan solusi pada team.

Kutipan:
Orang tua, guru, pemimpin yang hebat akan membentuk anak, murid dan team yang unggul.

Selamat memberi penghargaan, arahan dan solusi dengan penuh SOS (Semangat, Optimis dan Sukacita).
**
Oleh : Mr. Spirit Saut Sitompul, M.Si.,CEM.
Ethos Master & Motivator Nasional.
——

Profesional Memberikan Pelatihan:

1. 8 Etos Kerja Profesional;
2. Leadership : Ethos and Practical Leadership;
3. Character Development : Membangun Karakter Unggul Profesional;
——

HP/WA : 0855 789 4277.

Baca juga: PEROLEHLAH AMANAH DENGAN CARA YANG PROFESIONAL

ETOS KERJA Indonesia!

by KOMPASS – Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button

1000 Narasumber KONUS! CALL/WA 08557772226 (Idham Azhari)

X