Duet Wartawan Senior-Perwira TNI Mengawal Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II

Duet Wartawan Senior-Perwira TNI Mengawal Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II
Duet Wartawan Senior-Perwira TNI Mengawal Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II

Wejangan Dr. Aqua Dwipayana

Berikut Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 6 Maret 2018, ” Duet Wartawan Senior-Perwira TNI Mengawal Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II ” melalui WAG KOMPASS – Nusantara (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Super – Nusantara).

Dr. Aqua Dwipayana, Kompasser Yogyakarta, Motivator Nasional, Konsultan Komunikasi, Pengamat Militer dan Kepolisian RI, dan Penulis buku Best Seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

Duet Wartawan Senior-Perwira TNI Mengawal Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II

Penyampaian Aqua Dwipayana The Power of SILATURAHIM 6 Maret 2016 melalui WAG KOMPASS Nusantara
Penyampaian Aqua Dwipayana The Power of SILATURAHIM 6 Maret 2016 melalui WAG KOMPASS Nusantara

“Mas Nurcholis, nanti dibantu sama Kang Tatang sebagai wakil ketua rombongan umroh yang Mas Nurcholis pimpin ya.”

Itulah pesan yang saya sampaikan kepada Ketua rombongan jamaah umroh The Power of Silaturahim II Nurcholis MA Basyari. Tatang yang dimaksud ialah Kapten (Inf) Tatang Taryono yang kini menjabat sebagai Komandan Koramil (Danramil) 2101 Sukaraja, Bogor, Jawa Barat.

Secara khusus, saya menawarkan ke Tatang, yang sangat rendah hati dan ringan tangan itu, untuk mendampingi Nurcholis memimpin rombongan beranggotakan 35 orang yang akan umroh ke Baitullah di Mekkah dan ziarah ke makam RASULULLAH SAW di Madinah. Tatang yang punya pengalaman tempur di Timor Timur (kini Timor Leste) dan tugas pengamanan perbatasan itu antusias menyambut tawaran saya tersebut. Apalagi, mantan Komandan Kompi di Batalyon Infanteri 315/Garuda Bogor itu sudah sangat mengenal Nurcholis.

Hubungan kedua-duanya sangat dekat, sudah seperti saudara sendiri.
Antusiasme Tatang tentu bukan tanpa alasan. Kiprah perwira yang sering menjadi imam sholat ini dalam melaksanakan tugas-tugas pembinaan teritorial di berbagai tempat penugasan menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

Bapak 1 anak ini rajin menggalakkan bakti sosial dan peduli lingkungan, termasuk pengobatan gratis bagi masyarakat dan santunan anak yatim. Masyarakat pun sangat mengapresiasi dan menilai positif yang dilakukan Tatang dan satuan tempat dia bertugas.

Dan pimpinan TNI pun memberikan dukungan dan mendorong para anggotanya untuk memberi manfaat ke masyarakat, khususnya di lingkungan sekitarnya. Teman dekat saya yang kini menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, misalnya, mendukung jajarannya untuk berkarya memberikan yang terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

Mantan Komandan Jenderal Komando pasukan Khusus (Kopassus) itu menginstruksikan jajaran pasukan elite TNI-AD yang dipimpinnya menerapkan 3S dalam berinteraksi dengan masyarakat, yakni: senyum, salam, dan sapa. Inilah tampaknya yang juga membuat Tatang percaya diri dan mantap menerima tawaran saya tersebut.

Saling Mengisi dan Melengkapi

Terkesan dan puas atas kinerja Nurcholis saat memimpin rombongan jamaah umroh The Power of Silaturahim I pada 8-15 Januari 2017, saya memilih kembali wartawan senior yang juga pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat itu. Bpk 4 anak ini saya beri otoritas penuh untuk menyiapkan segala sesuatunya, termasuk bertemu dan negosiasi dengan para pemilik dan pimpinan biro2 perjalanan umroh untuk menjajaki kerja sama.

Juga mengkoordinasikan para anggota jamaah dari berbagai daerah yang sebagian besar sebelumnya tidak kami kenal. Nurcholis selalu melaporkan setiap langkah, baik perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya.

Saat saya menyampaikan tentang kesediaan Tatang menjadi Wakil Ketua Rombongan itu, Nurcholis tampak makin bersemangat seolah mendapatkan suntikan vitamin yang memang dibutuhkannya. Pria asal Slawi, Jawa Tengah, itu sangat paham bahwa jika saya memberikan kepercayaan dan amanah kepada seseorang tentulah bukan asal-asalan.

“Alhamdulillah, terima kasih Mas Aqua. Saya seperti mendapat suntikan vitamin yang menguatkan. Enggak salah Mas Aqua memilih Kang Tatang,” kata Nurcholis.

Saya yakin duet Nurcholis-Tatang akan melahirkan sinergi yang saling mengisi, melengkapi, dan menguatkan sehingga diharapkan penyelenggaraan ibadah umroh berjalan dengan lancar dan sukses. Penanganan jamaah sejak di Tanah Air, saat di Tanah Suci, dan ketika kembali lagi di Tanah Air diharapkan optimal. Dengan begitu diharapkan ibadah umrohnya berkualitas dan mabrur.

Sebagai wartawan senior, Nurcholis punya kombinasi pengalaman dan keterampilan lapangan hingga manajerial. Dia juga punya jaringan luas yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, organisasi, dan institusi, baik swasta maupun pemerintahan, termasuk TNI-Polri. Pergaulannya juga luas, melintasi sekat sosial, ekonomi, politik, kedaerahan, dan suku, agama, ras, antargolongan (SARA), bahkan lintas negara.

Maklum, alumni Hubungan Internasional FISIP UI yang tengah menyelesaikan studi S2 Komunikasi Politik FISIP UI itu terbiasa meliput kegiatan di berbagai negara. Penerima beasiswa British Chevening Award ini juga pernah mengikuti kursus singkat kepemimpinan di Cheung Kong Graduate School of Business Beijing, China dan workshop bersama para jurnalis Asia Pasifik di sejumlah kota besar Amerika Serikat. Meski high profile, Nurcholis dikenal sangat rendah hati.

Sementara itu, Tatang punya segudang pengalaman sebagai prajurit profesional yang disiplin, berdedikasi tinggi, dan sangat ulet. Meski ditempa sebagai prajurit untuk menghadapi medan perang seperti yang pernah dialaminya di Timor Leste, Tatang tidak lupa jatidiri TNI, yakni sebagai tentara rakyat. Karena itu, di mana pun ditugaskan, dia berusaha bukan hanya dekat dengan anggotanya melainkan juga masyarakat.

Kemampuannya memberikan terapi atau pengobatan tradisional memudahkan Tatang mendekati masyarakat dan meraih simpati rakyat, termasuk di wilayah perbatasan Kalimantan-Malaysia saat bertugas di sana.
Dengan latar belakang tersebut, saya yakin keduanya mampu menghimpun dan membimbing para anggota jamaah The Power of Silaturahim II yang sebagian berasal dari daerah-daerah dan kalangan menengah bawah.

Usia mereka juga beragam. Yang termuda 16 tahun, sedangkan paling senior ada yang berusia 78 tahun. Tidak sedikit pula yang berusia 50 tahun hingga 60-an tahun. Profesinya ada yang anggota TNI, pegawai negeri sipil, karyawan swasta, marbot masjid, bidan, petani, pemulung, tukang becak, pekerja serabutan, pelajar, mahasiswa, pensiunan, janda, pegiat lingkungan, dan aktivis kemanusiaan.

>>>Dari Kota Pasuruan, Jatim saat membesuk Ibunda Tofan Mahdi, mantan wartawan harian Jawa Pos, saya ucapkan selamat menyerahkan sesuatu pada ahlinya. Salam hormat buat keluarga ya. 20.30 06032018?<<<

Baca juga: Punya Uang, Pilih Biro Perjalanan Umroh yang Berkualitas dan Profesional

Demikian Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 6 Maret 2018, ” Duet Wartawan Senior-Perwira TNI Mengawal Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II ” melalui WAG KOMPASS. Semoga bermanfaat.

The Power of SILATURAHIM!

by KOMPASS Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button

1000 Narasumber KONUS! CALL/WA 08557772226 (Idham Azhari)

X