Dahsyat Silaturahim, Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II Paling Pertama Masuk Pesawat Garuda Indonesia

Dahsyat Silaturahim, Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II Paling Pertama Masuk Pesawat Garuda Indonesia
Dahsyat Silaturahim, Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II Paling Pertama Masuk Pesawat Garuda Indonesia

Wejangan Dr. Aqua Dwipayana

Berikut Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 18 April 2018, ” Dahsyat Silaturahim, Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II Paling Pertama Masuk Pesawat Garuda Indonesia ” melalui WAG KOMPASS – Nusantara (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Super – Nusantara).

Dr. Aqua Dwipayana, Kompasser Yogyakarta, Motivator Nasional, Konsultan Komunikasi, Pengamat Militer dan Kepolisian RI, dan Penulis buku Best Seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

Dahsyat Silaturahim, Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II Paling Pertama Masuk Pesawat Garuda Indonesia

Penyampaian Aqua Dwipayana Pakar SILATURAHIM Indonesia 18 April 2018 melalui WAG KOMPASS
Penyampaian Aqua Dwipayana Pakar SILATURAHIM Indonesia 18 April 2018 melalui WAG KOMPASS

“Silakan rombongan umroh Pak Aqua yg pertama kali masuk pesawat. Tolong nanti dicek ulang semua jamaah Bapak,” ungkap seorang staf Garuda Indonesia Ati dengan ramah ke saya di pintu 9 terminal 3 internasional Bandara Soetta tadi siang.

Beberapa menit sebelumnya ada 2 petugas dari Gapura Angkasa, anak perusahaan Garuda Indonesia yg menemui saya. Mereka minta agar semua kopor kecil para jamaah umroh The Power of Silaturahim II dimasukkan ke bagasi. Alasannya tempat duduk di kelas ekonomi penuh. Khawatir tempat barang di kabin tidak cukup.

Saya kemudian menyampaikan beberapa alasan ke petugas tersebut agar kopor itu tetap diijinkan dibawa ke pesawat. Diskusinya dilanjutkan dengan Ati. Alhamdulillah beliau memahami dan memberi ijin.

“Nama Pak Aqua sudah sering saya dengar. Bapak kan penumpang loyal Garuda Indonesia. Namun baru kali ini saya ketemu Pak Aqua. Tolong rombongan Bapak jangan jauh2 dari sini ya,” tambah Ati.

Sekitar 15 menit kemudian petugas Garuda Indonesia menghampiri saya. Minta agar seluruh jamaah umroh The Power of Silaturahim II mendekat ke tempat pemeriksaan tiket sebelum masuk ke pesawat.

Tidak lama berkumpul di depan tempat pemeriksaan itu, sekitar pukul 11.10 rombongan kami dipersilakan masuk ke pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300 ER lebih dulu. Dengan penuh sukacita semua jamaah umroh The Power of Silaturahim II menuju pesawat.

Semuanya ceria dan gembira. Membayangkan dalam hitungan jam akan tiba di Tanah Suci setelah mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi. Sebelumnya seluruh jamaah umroh The Power of Silaturahim II hanya membayangkan saja betapa nikmatnya beribadah di Kota Suci Makkah dan Madinah.

Awak Kabin Menyapa Ramah dengan Senyum Khas Indonesia

Para awak kabin yg dipimpin Wedy Ferliza dengan ramah dan senyum khas Indonesia menyambut rombongan kami di pintu pesawat. “Selamat datang Bapak dan Ibu semuanya,” kata mereka senada.

Selama dalam perjalanan 9 jam 16 menit dari Jakarta ke Jeddah, Wedy dibantu 13 awak kabin yg lain. Mereka adalah Agung Rachmawaty, Fifiana Soedibyo, Dicky Bachrudin, Fitri Anjani, Maurent Amelia, Dwi Lestari, Mentari, winna Wilastry, Rika Suryadi, Hervina, Zefanya Turang, Warti, Fitri Cipta, dan Taufik Taznil.

Sedangkan pilotnya ada 2 yakni Nyong Silodi dan Helmi. Kopilotnya Hebiarto. Setelah terbang sekitar 8 jam pilot yg pertama kali membawa pesawat itu harus istirahat untuk digantikan pilot yg lain.

Alhamdulillah 367 kursi ekonomi semuanya terisi. Sedangkan di kelas bisnis dari 26 tempat duduk yg ada penumpangnya 8 orang. Selama ini rute Jakarta ke Timur Tengah utamanya ke Jeddah dan Madinah merupakan jalur gemuk bagi Garuda Indonesia. Tingkat penumpangnya lumayan tinggi.

Ajak Umroh, Hadiaman Santoso sangat Berjasa

Khusus GA980 yg kami naiki yg berangkat pukul 11.50 tadi dari Bandara Soetta merupakan pesawat yg khusus disewa NRA Group yg dipimpin Irmawati Mochtar. Jadi semua penumpangnya adalah rombongan dari NRA.

“Alhamdulillah Aqua kita bisa bersama2 berangkat ke Tanah Suci. Enak ya duduk di sini. Tempat kakinya luas. Tadi tempat duduk saya di belakang yakni no 62K. Menjelang berangkat dipindah ke depan,” ujar salah seorang jamaah The Power of Silaturahim II Hadiaman Santoso (73 tahun) yg tempat duduknya di no 21B, persis di sebelah saya. Sedangkan di sisi kanannya adalah Wakil ketua rombongan Kapten Inf Tatang Sulaiman.

Hadiaman merupakan wartawan senior yg sangat berjasa pada saya. Bapak 4 putri ini yg pertama kali menerima saya bekerja sebagai wartawan harian Suara Indonesia (sekarang jadi Radar Surabaya-pen) Biro Malang, Jatim pada 24 Desember 1988.

Waktu itu saya baru tamat SMA. Butuh dana untuk hidup dan membiayai kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Univ Muhammadiyah Malang.

Sebagai apresiasi dan ucapan terima kasih atas semua kebaikannya, saya mengajak Hadiaman untuk umroh bareng jamaah The Power of Silaturahim II. Alhamdulillah laki2 yg sudah saya anggap orangtua sendiri ini berkenan.

Anggota jamaah lainnya Ahmad Sukmana Ajit yg awalnya takut ketinggian (acrophobia) terlihat tenang selama di pesawat. Beliau duduk di kursi tengah no 21J persis di sebelah wartawan senior Slamet Oerip Prihadi duduk dekat jendela di no 21K.

“Terima kasih Pak Aqua, akhirnya saya bisa berangkat umroh. Meski awalnya ragu dan sempat menolak tawaran Bapak,” ujar Sukma.

Untuk mengobati phobia ketinggian yg diderita Sukma tahun lalu saya mengajak beliau berobat ke Pemimpin redaksi harian Tribun Bali Sunarko di Bali. Selama di Pulau Dewata itu teman akrab saya Ventje Suardana menyiapkan 2 kamar untuk 2 malam di hotel Courtyard Marriott Seminyak Bali miliknya.

Alhamdulillah kini Sukma sudah sembuh. Saya sangat bersyukur dan bahagia sekali karena niat mengajak Bapak 1 anak itu ke Tanah Suci terwujud. Apalagi beliau kelihatannya semangat sekali.

Hari ini saya kembali merasakan dahsyatnya silaturahim. ALLAH SWT mempermudah semua urusan kami dengan Garuda Indonesia. ALLAHU AKBAR…

>>>Dari ketinggian 38 ribu kami di pesawat Garuda Indonesia menjelang mendarat di Jeddah, Arab Saudi, saya ucapkan selamat meningkatkan silaturahim dan konsisten memeliharanya. Salam hormat buat keluarga ya. Pukuk 16.30 waktu di pesawat atau pukul 20.30 waktu Jakarta, 18042018?<<<

Baca juga: Reuni di Penerbangan Sriwijaya Malang-Jakarta

Demikian Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 18 April 2018, ” Dahsyat Silaturahim, Jamaah Umroh The Power of Silaturahim II Paling Pertama Masuk Pesawat Garuda Indonesia ” melalui WAG KOMPASS. Semoga bermanfaat.

The Power of SILATURAHIM ..
SILATURAHIM Marketing ..

by KOMPASS Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button

1000 Narasumber KONUS! CALL/WA 08557772226 (Idham Azhari)

X