‘Berburu’ di Kebun Sendiri, Yakin Target Kartu Kredit BRI Tercapai

'Berburu' di Kebun Sendiri, Yakin Target Kartu Kredit BRI Tercapai
‘Berburu’ di Kebun Sendiri, Yakin Target Kartu Kredit BRI Tercapai

Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 17 September 2017

Berikut Wejangan Dr. Aqua Dwipayana 16 September 2017, ” ‘Berburu’ di Kebun Sendiri, Yakin Target Kartu Kredit BRI Tercapai ” melalui WAG KOMPASS (WhatsApp Group Komunitas Para Sales Sumenep).

Dr. Aqua Dwipayana, menetap di Yogyakarta (Kompasser Yogyakarta), Motivator Nasional, Konsultan Komunikasi, Pengamat Militer dan Kepolisian RI, dan Penulis buku Best Seller “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”.

‘Berburu’ di Kebun Sendiri, Yakin Target Kartu Kredit BRI Tercapai

Pengantar : Direktur Bank Papua Rudhy Dharma yg telah memiliki pengalaman selama puluhan tahun bekerja di banyak bank termasuk bank kepunyaan pemerintah atau badan usaha milik negara tergelitik mengomentari tulisan tentang pengembangan kartu kredit BRI. Beliau menilai target yg ditetapkan Dirut BRI Suprajarto pada Divisi Kartu kredit BRI yg dipimpin Rudhy Sidharta untuk mencapai pertumbuhan kartu yg signifikan & ‘berburu’ di kebun sendiri dapat dgn mudah dicapai. Berikut komentarnya yg disampaikan dgn gaya bertutur.

Pak Aqua… Customer Base BRI itu luar biasa. Jumlahnya mencapai puluhan juta orang. Ini bisa menjadi modal utama untuk pemasaran kartu kredit.

Salah satu yg prospeknya besar adalah jutaan prajurit TNI-Polri yg menjadi nasabah BRI. Setahu saya semua anggota TNI-Polri gajinya dibayarkan melalui BRI. Itu saja sdh potensial market. Apalagi baru2 ini BRI meluncurkan kartu kredit Promoter – Profesional, Modern, & Terpercaya – yg khusus dikeluarkan untuk anggota Polri & keluarganya.

Logikanya jika ada kartu kredit khusus untuk anggota Polri & keluarganya, seharusnya ada kartu serupa untuk prajurit TNI. Tingkat menunggaknya pasti kecil karena jika ada yg telat membayar kewajibannya bisa langsung dipotong dari gajinya.

BRI itu bank masuk desa. Jumlah nasabahnya luar biasa. Jadi secara internal saja dgn memanfaatkan nasabah yg ada pasti semua target pertumbuhan kartu kredit bisa tercapai dgn mudah. Ini yg kira2 dimaksud Pak Suprajarto dgn ‘berburu’ di kebun sendiri.

Penting Kecepatan Melayani Komplain Nasabah

Saya yakin nasabah yg bergerak baik korporat, komersial, maupun UMKM juga banyak. Ini potensial merchant EDC milik BRI. Pemasarannya tinggal bagaimana program-program promosinya.

BRI bisa menarik data nasabahnya misalnya yg bersaldo di atas 100 juta rupiah atau nasabah yg bergaji/berpendapatan di atas 10 juta rupiah per bulan.  Ini bisa dijadikan calon nasabah kartu kredit.

Kerjasama dengan banyak merchant juga penting dalam membuat program-program promosi. Nasabah hanya tertarik kalau ada program-program promosi yg menarik.

Kartu kredit merupakan produk high yield return karena bunga yg dibebankan cukup besar yakni di atas 24 persen per tahun.

Tidak kalah pentingnya adalah kecepatan dalam menangani komplain nasabah baik melalui call center  maupun yg datang ke kantor-kantor cabang. Kepastian waktu penyelesaian komplain menjadi kunci utama.

Selain itu seluruh pegawai di Divisi Kartu Kredit BRI agar proaktif menerima masukan & memanfaatkan peluang yg ada. Jika ada calon nasabah kartu kredit agar segera dikontak & dilayani dgn optimal agar orang tsb jadi nasabah BRI. Bukan dia yg disuruh mengurus sendiri untuk jadi nasabah kartu kredit, sebab kesempatan iti bisa dgn cepat diambil para kompetitor BRI

>>>Saat olahraga di hotel Aryaduta Bandung saya ucapkan selamat berusaha menerima semua masukan dgn hati. Salam hormat buat keluarga ya. 09.15 17092017?<<<

Baca juga: Semua Niatkan untuk TUHAN, Rasakan Nikmatnya Silaturahim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button